Rookie asal Indonesia

SolusiMobil.com - Hasil tes pra musim Asia Dream Cup (ADC) selama dua hari yang dilakukan Yaasiin Gabriel Somma, membuat pebalap asal Indonesia tersebut jatuh hati dengan Honda CBR250R selama sesi tes berlangsung.

 

Maksudnya, di ajang ADC semua pebalap menggeber Honda CBR250R dengan spesifikasi sama, dan pebalap keturunan Italia dan Sulawesi Selatan ini baru pertama kali menggeber Honda CBR250R yang dipakai balap.

 

Sehingga dirinya bak orang sedang jatuh cinta, selama tes di sirkuit Johor, Malaysia (21-24) kemarin dia harus menghilangkan rasa egois untuk menyukai dan kenal lebih dalam tentang karakter CBR250R.

 

Apalagi Yaasiin memulai karir balapannya dengan menggeber motor trail, lalu banting setang ke balapan bebek dan sekarang mulai berkarir dengan menggeber motor sport. “Dari awal saya mencoba beradaptasi dengan motor balap tipe sport, yang merupakan hal baru dalam karir saya jadi seorang pebalap,” beber pebalap yang lahir di Bali ini.

 

Tentu hal itu tidak mudah, banyak hal yang harus dilakukan oleh Yaasiin untuk menaklukkan ‘hati’ CBR250R. “Apalagi saya juga baru pertama kali mencoba Sirkuit Johor, jadi tantangannya lebih berat. Namun, setelah saya coba selama tiga hari ada progress baik, buktinya dari setiap sesi catatan waktu saya selalu bisa lebih baik,” tambahnya.

 

Hal senada juga diutarakan oleh Ergus yang menjadi manajer pebalap Indonesia di ADC. Manajer yang juga mantan pebalap ini bercerita, selama balapan dirinya selalu mengamati Yaasiin diberbagai tikungan, tentu hal tersebut dilakukan untuk memberikan masukan terhadap Yaasiin.

 

“Sempat nyasar ke gravel juga tadi, tapi itu proses. Dia pasti akan lebih baik lagi, karena jika dilihat dari hasil catatan waktunya Yaasiin bisa improve,” Bilang Ergus.

 

Sementara pebalap Indonesia lainnya, Muhammad Febriansyah yang tahun ini merupakan tahun kedua balap di ADC mengaku saat mengikuti tes pramusim dirinya hanya mematangkan feeling balap.

 

“Tes tersebut saya manfaatkan untuk mematangkan feeling balap saya selama berada di dalam sirkuit. Selain itu meskipun semua peserta ADC dibatasi soal settingan motor, tapi kami bisa memanfaatkan keterbatasan itu, dan catatan waktunya saya juga semakin membaik,” bilang pebalap asal Bulungan, Kalimantan Utara.

 

Selama tes yang dilakukan tiga hari, Shinya Nakano mantan pebalap MotoGp yang menjadi mentor pebalap ADC memutuskan tiga pebalap yang tidak lolos untuk mengikuti ajang ADC selama satu musim.

 

“Tapi tenang, dua pebalap Indonesia semuanya lolos. Penilaian mereka untuk tidak meloloskan memang ada beberapa poin, tapi yang paling utama adalah soal attitude pebalap, karena ada pebalap yang secara catatan waktunya jelek tapi lolos, dan itu bukan pebalap Indonesia, karena pebalap Indonesia dinilai bisa improve,” tutup Ergus.[ Hml/Wa]