Valentino Rossi

SolusiMobil.com – Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi mengaku tak bisa lagi berteman dengan pesaing sekaligus sahabatnya, Marc Marquez. Perseteruan mereka memanas setelah peristiwa MotoGP tahun lalu di Sirkuit Sepang, Malaysia.

 

“Setelah peristiwa itu (jatuhnya Marquez di sirkuit), kami tidak bisa lagi menjalin hubungan (pertemanan),” tutur Rossi dikutip dari Dapurpacu.

 

Pebalap kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979, menyebut sikap babby alien atau provokatif yang dilakukan Marquez kepadanya saat berlaga di Sepang pada musim balap 2015 lalu, merupakan bukti pengkhianatan terhadap persahabatan diantara keduanya. “Aku telah membiarkan diriku ditipu oleh Marquez,” ucapnya.

 

Padahal, lanjutnya Rossi, sebelumnya ia sangat percaya kepada pebalap Spanyol berusia 23 tahun tersebut. Namun ternyata saat berlaga Marquez – menurut penilaian Rossi – telah bersengkongkol dengan Jorge Lorenzo (sama-sama pebalap asal Spanyol namun satu tim dengan Rossi) untuk memenangi balapan.

 

Melihat gelagat itulah, Rossi mengaku meradang. Namun, sebelumnya, benih-benih permusuhan sudah mulai bersemi saat mereka berlaga di seri balap yang digelar di Sirkuit Philip Island, Australia.

 

Kala itu, Rossi mulai menuding Marquez dan Lorenzo telah bersekongkol. Kekesalan demi kekesalan terjadi dan membuncah di saat mereka berlaga di seri balap yang berlangsang di sirkuit Sepang, Malaysia. Pada laga itu Rossi diduga telah dengan sengaja menjatuhkan Marquez. Akibatnya, dia mendapatkan sanksi start di urutan belakang saat berlaga di Sirkuit Valencia.

 

Hasil balapan membuktikan Jorge Lorenzo telah menggenggam gelara juara dunia setelah mendapatkan poin penuh untuk menggeser Rossi dari calon juara dunia. Itulah yang semakin membuat Rossi merasa benar-benar dikhianati Marquez dan memilih tak berteman lagi dengannya.

 

Kini, 20 Maret nanti mereka akan bertemu di ajang laga balap MotoGP musim 2016 yang akan digelar di Losail, Qatar. Tapi sebelum balapan digelar, Rossi dan Marquez akan bertemu dalam satu meja saat konferensi pers.

 

Rossi mengaku akan tampil lebih bagus dibanding musim balap sebelumnya. “Tahun lalu saya memulai dengan bagus, tapi berakhir dengan jelek. Saya lebih suka memulainya dengan tak bagus-bagus amat, tetapi bisa tangguh hingga detik terakhir,” paparnya.

 

Juara dunia balap motor  sembilan kali  – mulai dari 125 cc  hingga MotoGP 500 cc – itu sempat menyinggung kelanjutan karirnya setelah kontraknya dengan Yamaha berakhir. “Saya akan memutuskannya (karir di MotoGP) setelah enam atau lima balapan (di musim balap 2016). Tapi, saya cukup yakin bisa melanjutkan untuk dua tahun lagi, hingga Yamaha mungkin akan mengatakan sesuatu karena saya bakal mulai ubanan,” tuturnya kepada La Gazzetta dello Sport.

 

Dia sempat berujar, jika tak lagi membalap di ajang MotoGP dia bisa berlaga di ajang balap mobil. “Pada usia 39 tahun saya akan dapat berlaga di selusin ajang balap mobil, seperti balapan paling menarik LeMans 24 Jam atau (Reli) Dakar. Meskipun Anda harus bangun terlalu dini,” ujarnya. [Car/Wa]