Brembo MotoGP 2016

SolusiMobil.com - Brembo menjelaskan mengapa motor balap MotoGP kini menggunakan cakram berdiameter lebih besar, dari 320 mm di musim lalu menjadi 340 mm. Selain daya cengkeram yang lebih kuat, hal ini untuk meningkatkan suhu kerja ideal cakram.


Dilansir Dapurpacu, Lorenzo Bortolozzo, Brembo MotoGP Customer Manager mengatakan, gaya berkendara para pembalap saat deselerasi (mengerem) sangat beragam. Ada yang menekan penuh kemudian melepas berangsur-angsur (modulasi), atau menarik sedikit kemudian melepas sepenuhnya.

Contoh pebalap yang mendekati tikungan baru menarik tuas rem sedikit dan kemudian melepas sepenuhnya adalah Cal Crutchlow. Sedangkan yang melakukan cara modulasi ialah Andrea Dovizioso, Valentino Rossi, dan Marc Marquez.

“Bahkan ada yang melakukannya saat dekat tikungan, menarik tuas rem dengan kuat, dan melepasnya seketika seperti Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo (late braking). Semuanya bertujuan agar bisa melalui tikungan dengan cepat,” kata Bortolozo.

Dengan cakram yang lebih besar, kata Bortolozo, torsi tekanan akan lebih besar dan akhirnya tidak memungkinkan lagi gaya pengereman modulasi. Sebab cakram 340 mm lebih menggigit daripada 320 mm.

Karena itu, Bortolozzo menilai pada dasarnya tidak ada cara yang paling tepat mengatasi tikungan. Bagi Brembo sebagai produsen rem berkinerja tinggi, yang menjadi perhatian adalah soal pendinginan rem dan suhu kerja ideal.

“Sehingga mereka harus mulai berubah cara dengan pengereman awal dan melepas perlahan hingga mulai berakselerasi kembali. Sebab jika dengan cara agresif maka mereka bisa terjatuh, seperti yang sering terjadi sebelumnya,” ucapnya.

Suhu
Mengenai suhu kerja ideal, tiap tim punya cara mendinginkan rem dengan cara terbaik yang mereka bisa. Contoh yang paling terlihat yaitu dengan desain fender yang dirancang agar udara dapat mengarah langsung ke cakram rem.

“Saat ini Brembo menawarkan cakram berbahan karbon dengan koefisien gesek optimal untuk suhu 93 hingga 427 derajat celcius,” katanya.

Namun jika bicara soal suhu, cuaca masing-masing trek berbeda, yang nantinya juga berpengaruh terhadap pendinginan cakram. Sebab meski cakram panas, udara dingin dapat dengan mudah melepas panas. Begitu juga sebaliknya.

“Cuaca masing-masing trek berbeda, Philips Island sangat dingin, para teknisi tim harus membungkus cakram agar suhunya berada di atas 93 derajat sebelum balapan. Langkah yang sama mesti dilakukan di Assen atau Le Mans,” katanya.[Gls/Wa]