Pedrosa-Dovizioso setelah tabrakan Austin 2016

SolusiMobil.com - Dani Pedrosa (Repsol Honda Team) secara terbuka meminta maaf kepada Andrea Dovizioso (Ducati Team). Setelah secara tidak sengaja menabrak Dovizioso pada tikungan pertama di MotoGP seri ke 3 di Amerika Serikat, (9-10/4) kemarin.


Namun, setelah keduanya saling bersalaman. Dani Pedrosa berkomentar jika penggunaan winglet pada MotoGP (Ducati) harus ditinjau ulang. Memang faktor kecelakaan Pedrosa dengan Dovi bukan karena winglet. Tapi pebalap asal Spanyol ini menilai penggunaan winglet pada Ducati berpotensi membahayakan.

Winglet yang berfungsi untuk membantu aerodinamis pada kecepatan tinggi. Diyakini agar roda depan tidak terangkat saat berakselerasi dan ban bisa lebih ngegrip ke aspal lebih sempurna. Ternyata temuan ini dikritik oleh Pedrosa.

Menurut pebalap kelahiran Sabadell, Spanyol 30 tahun silam, ukuran winglet pada motor Ducati tidak baik untuk safety saat lomba. Apalagi Pedrosa melihat winglet Andrea Iannone yang menjadi penyebab on board camera pada motor Marc Marquez di MotoGP seri Argentina terlepas dari dudukannya.

“Di Argentina saya melihat bagaimana winglet Andrea memutuskan dudukan on-board camera yang terdapat pada buntut motor Marquez,” ungkap Dani, yang posisinya tepat di belakang Iannone. Saat melahap tikungan pertama setelah lampu start mati di MotoGP Argentina.

Nah, Pedrosa membayangkan jika winglet pada motornya sama ukurannya dengan winglet yang terdapat pada motor Ducati, dapat mencederai Dovizioso ketika tabrakan terjadi.

“Beruntung dia (Dovi) baik-baik saja, karena kecelakaan itu sangat keras, dan untungnya sayap saya tidak terlalu besar. Jika winglet pada motor saya besar dan kuat seperti di motor Ducati, efeknya bisa jauh lebih buruk karena bisa melukai tubuh Dovi. Ini harus dihentikan untuk alasan keamanan, karena sayap yang ukurannya besar sangat berbahaya untuk kesemalatan,” beber Dani.

Hal tersebut senada dengan pernyataan Danny Aldridge yang menjabat sebagai Techincal Director MotoGP. Pria asal Inggris ini menyatakan bahwa winglet yang legal itu memiliki dimensi lebih sempit dari fairing, dan lebar maksimal fairing adalah 600 mm.

“Jika pebalap mengalami kecelakaan yang mengakibatkan wingletnya pecah dan menyisakan pecahan tajam yang masih nempel di motornya, maka Race Direction bisa mengibarkan bendera hitam kepada pebalap tersebut,” kata Aldridge yang berusia 40 tahun ini.

Nah, penyataan Aldridge ini cocok dengan regulasi MotoGP yang dimiliki Dapurpacu.com. Di dalam regulasi MotoGP, winglet dapat dipasang asalkan winglet itu bagian integral dari fairing dan tidak melebihi lebar fairing. Semua tepi dari winglet yang dipasang harus memiliki radius minimum 2.5 mm.

Jadi, kritikan yang dilontarkan oleh Pedrosa masuk akal, dan sepertinya bukan sebagai cara Pedrosa untuk menurunkan performa Ducati, apalagi saat ini Ducati sedang memiliki penampilan yang baik lewat inovasi winglet.[Dp/Wa]