Gerry Salim

SolusiMobil.com - Prestasi Gerry Salim yang berhasil meraih dua kali podium di dua race saat balap seri kedua di Sirkuit Losail, kemarin (20/3), menjadikan dirinya sebagai pemegang klasemen sementara Shell Advance Asia Talent Cup musim 2016. Seperti diberitakan Dapurpacu, Gerry Salim kecil, tidak pernah punya pikiran bahwa dirinya akan mengharumkan nama Indonesia di dunia balap. Pasalnya, pebalap asal Surabaya ini senang bermain bola dan tidak suka balap.

 

“Awalnya saya suka bermain bola dan ingin menjadi pemain bola profesional, tapi karena sering melihat kakak saya Tommy Salim latihan balap. Akhirnya saya tertarik dan mencoba untuk ikut latihan balap,” buka Gerry.

 

Pada saat latihan balap, Gerry Salim meneruskan cerita. Sempat terjatuh hingga menyebabkan cidera. “Waktu itu saya baru lulus Sekolah Dasar untuk lanjut ke SMP, saya terjatuh saat sedang latihan balap. Akibatnya tulang pinggul dan pergelangan tangan retak, hingga akhirnya saya berhenti latihan balap selama dua bulan. Saat cideranya sudah sembuh saya latihan balap lagi,” tambahnya.

 

Akhirnya, pebalap yang punya tinggi badan 165 cm ini menekuni dunia balap. Awal balap menjadi pebalap privateer di tahun 2009 ketika usianya 12 tahun, ikut bertarung di kelas MP 5 dan MP 6. Di tahun 2010 Gerry bersama tim Honda Blitar balap di ajang kejurnas Honda Racing Championship (HRC) dan Honda Racing School di kelas pemula.

 

Prestasi pertamanya diukir pada tahun 2011 bersama Honda Zuma, menjadi runner up di kelas MP 5 di ajang Motoprix Region Jawa dan menjadi juara di kelas MP 6 diajang Motoprix dan HRC. Prestasinya semakin gemilang, di tahun 2012 bersama Honda Banten dirinya menjadi juara satu di kelas MP 3 dan MP4.

 

Di tahun 2013, Pebalap yang doyan makan Pecel Pandegiling ini masuk lima besar di kejuaraan Indoprix. Pada tahun ini juga dirinya pertama kali mengukir prestasi di ajang internasional, dengan meraih juara dunia di ajang Asia Dream Cup.

 

Karir balap di ajang internasional semakin terasah dengan mengikuti ajang All Japan Championship. Saat umurnya 18 tahun di tahun 2015, Gerry berhasil meraih peringkat 6 Asia Talent Cup dan peringkat kelima di gelaran All Japan Championship.

 

Di tahun 2016 ini, Arek Suroboyo menjadi pebalap yang diperhitungkan di Asia Talent Cup yang digarap oleh Dorna Sport (Promotor MotoGP), buktinya ajang yang baru berlangsung dua seri dan 4 kali race ini Gerry telah berhasil meraih podium sebanyak tiga kali.

 

Podium kedua di raih pada race 1 seri 1 di Thailand, sedangkan pada seri kedua dari dua kali race Gerry mampu dua kali naik podium. Finish di posisi pertama saat race 1 dan podium ketiga saat race 2. “Tahun ini, saya ingin juara di ajang Asia Talent Cup,” tutup Gerry.[Hml/Wa]