Jenson Button

SolusiMobil.com - Pebalap Formula Satu (F1) dari Tim McLaren Honda, Jenson Button, mengaku jika sistem agregat diberlakukan, maka dia akan mengikutinya. Namun pebalap F1 lainnya tak sepakat dengan sistem tersebut.


“Jika ini merupakan sistem agregat, saya akan mencobanya. Itu lebih baik daripada satu ini (yang ada saat ini). Lebih baik daripada format sekarang, saya pikir apa saja akan lebih baik daripada yang ada saat ini. Melesat dengan sebelah mata pun akan lebih baik,” tuturnya, Selasa (5/4).

Sistem kualifikasi  eliminasi yang mulai diberlakukan di GP Australia lalu telah menuai kritikan. Tim dan para pebalap mengatakan lebih suka kembali ke sistem kualifikasi tahun lalu.

Sementara, bos F1 Bernie Ecclestone menggelar pertemuan dengan Presiden FIA Jean Todt dan pemangku kepentingan di F1 lainnya pada Minggu (3/4) di Sirkuit Shakir, Bahrain, tak membuahkan hasil. Setelah itu muncul proposal untuk menerapkan format kualifikasi baru dengan sistem waktu agregat.

Sistem itu menetapkan posisi start pebalap berdasar catatan waktu terbaik di tiap sesi kualifikasi. Kabarnya, nasib proposal itu akan ditentukan Kamis (7/4) lusa, di mana semua tim akan melakukan voting.

Namun berbeda dengan Button, pebalap Ferrari, Sebastian Vettel mengaku tak sepakat dengan proposal tersebut. “Waktunya kembali lagi ke sirkus. Itu ide bagus kalau Anda ingin hal-hal yang amburadul terjadi. Tapi F1 semestinya sebuah balapan. Itu gagasan (proposal) yang tak berguna,” ucapnya seperti dikutip Sky Sports.

Pernyataan serupa diungkapkan pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo. Dia menyebut sistem kualifikasi merupakan aksi pebalap untuk membuat catatan waktu dalam satu putaran terbaik. Hal itu, lanjut dia, berkebalikan dengan sistem agregat yang ditetapkan dalam proposal anyar itu.

“Sebab kalau menggunakan sistem agregat seperti lomba ketahanan. Saya tidak suka dengan ide itu,” tegasnya.

Sementara, selain Button, ada juga pebalap yang mengaku siap menguji sistem agregat tersebut. Alasannya pun sama, yakni sistem itu masih lebih baik ketimbang sistem eliminasi. [Dp/Wa]