Rio Haryanto

SolusiMobil.com - Rio Haryanto sangat kecewa dengan hasil yang diperoleh di balapan F1 Kanada 2016, terutama dengan lepasnya kesempatan finis di depan pebalap tim Sauber.

 
Dikutip dari Dapurpacu, bendera biru yang ditujukan kepada Rio untuk memberi jalan pebalap yang lebih cepat telah mengganggu usahanya untuk mengejar Felipe Nasr, padahal strategi pitstop dari Manor menurutnya sudah cukup tepat.
 
“Bagian pertama dari perlombaan berjalan baik bagi saya. Saya menempel rekan setim saya dan juga dengan (Jolyon) Palmer dan (Kevin) Magnussen di depan,” kata Rio.
 
“Pada pitstop pertama, saya berharap dapat bergabung kembali ke balapan dan bertarung dengan (Marcus) Ericsson tapi kami menemui masalah yang memperlamban pitstop dan saya harus kembali ke trek di belakang Nasr.”
 
“Untuk sebagian besar balapan, saya terus mengejar Nasr tapi dengan adanya bendera-bendera biru, setiap saya semakin mendekatinya, saya harus mundur ke belakang lagi.”
 
Dave Ryan, Racing Director Manor juga mengakui kesalahan timnya dalam saat pitstop untuk Rio yang menutup peluangnya mengejar Nasr. Di sisi lain, Ryan melihat Manor telah semakin kompetitif dalam memberi perlawanan ke Sauber.
 
“Untuk Rio, kami juga sedikit mengecewakan dia dengan pit stop pertama yang lamban, yang memaksanya mundur ke belakang dan tanpa kejadian itu, ia bisa finish di depan Nasr,” jelas Ryan.
 
“Meskipun semua itu mengecewakan, di sisi positif kami senang melihat peningkatan relatif terhadap Sauber.”