Pebalap F1

SolusiMobil.com - Para pebalap Formula 1 (F1) yang tergabung dalam Grand Prix Drivers Association (GPDA) menuntut reformasi di tubuh otoritas atau lembaga F1. Dalam surat terbukanya, mereka meminta adanya reformasi kebijakan dan struktur lembaga itu.

 

Sejumlah media, Kamis (24/3), dini hari waktu setempat melaporkan, dalam rilis resminya, GPDA menyebut sistem dan aturan yang dibuat pengurus F1 saat ini sudah usang. Bahkan, tulis mereka, kondisi itu bakal menyebabkan kemandegan masa depan olah raga balap tersebut.

 

Dalam pernyataan yang diwakili oleh Sebastian Vettel, Jenson Button, dan Alex Wurz, mereka menilai perubahan regulasi ditetapkan F1 belakangan ini telah mengacaukan olah raga tersebut. Aturan anyar itu mereka nilai sama sekali tak membawa ke arah lebih baik.

 

Salah satu aturan baru F1 yang mendapat kritikan pedas adalah format baru kualifikasi dan diterapkan di laga seri pertama F1 musim 2016 di Melbourne, Australia, beberapa waktu lalu. Aturan itu tak hanya membingungkan, tapi juga disebut telah mengacaukan pikiran para pebalap.

 

Namun, F1 berjanji akan mengevaluasi sebelum balapan seri kedua digelar di Bahrain, April mendatang. “Kami merasa beberapa perubahan aturan akhir-akhir ini telah membuat kacau. Bukannya mengatasi masalah-masalah besar yang tengah dihadapi olahraga ini. Dalam beberapa kasus justru bisa mengancam kelangsungan olahraga ini di masa depan,” bunyi pernyataan GPDA.

 

Para pebalap mengaku menyadari ada niatan baik dari pemilik, perwakilan pebalap, tim, dan para pemangku kepentingan lain dalam menetapkan aturan ini. Namun, faktanya, aturan yang mereka buat justru kontraporoduktif dengan upaya memajukan olah raga ini.

 

“Oleh karena itu, para pebalap berkesimpulan bahwa proses pengambilan keputusan di olahraga ini sudah kuno  dan tak mendorong kemajuan. Terkadang justeru membawa ke arah sebaliknya yakni kemandegan. Itu membuat seolah olahraga ini tidak cocok bagi generasi mendatang dari fans dan tidak sesuai dengan perkembangan global,”  kata mereka.

 

Oleh karena itu, selain menuntut adanya perubahan dalam aturan para pebalap juga meminta adanya perubahan struktur organisasi. Mereka meminta adanya reformasi.

 

Sebelumnya aturan baru tentang sistem kualifikasi yang menggunakan model eliminasi tersebut disetujui oleh tim balap pada Februari lalu. Penerapan aturan anyar itu semua bertujuan untuk meningkatkan penjualan tiket. [Car/Wa]